Lewati ke konten

PFD-200: Identifikasi

PFD-200 merupakan prosedur penanganan awal yang dilakukan di lokasi. Tujuan utamanya adalah mengidentifikasi keberadaan perangkat elektronik dan data elektronik untuk menentukan tindakan lanjutan yang tepat — apakah perlu dilakukan perolehan data, pengumpulan perangkat, atau tidak ada tindakan sama sekali. Keputusan yang diambil pada tahap ini akan menentukan jalur prosedural selanjutnya.


Sub-prosedur PFD-201 mengatur langkah-langkah identifikasi di lokasi sebelum tindakan forensik dimulai. Ketepatan observasi dan dokumentasi di tahap ini menjadi fondasi bagi seluruh rangkaian kegiatan forensik digital.

Identifikasi di lokasi bertujuan untuk:

  1. Menemukan dan mengenali seluruh perangkat elektronik dan media penyimpanan data yang relevan.
  2. Menentukan kondisi perangkat (hidup, mati, sleep, atau hibernasi).
  3. Menilai urgensi dan prioritas tindakan pada setiap objek.
  4. Memutuskan jalur prosedural untuk setiap objek berdasarkan kondisi dan konteksnya.

Tim memasuki lokasi dan melakukan pengamatan menyeluruh terhadap:

  • Tata letak ruangan dan posisi perangkat.
  • Jumlah dan jenis perangkat yang terlihat (komputer desktop, laptop, server, perangkat seluler, media penyimpanan eksternal, perangkat jaringan).
  • Keberadaan kabel daya, kabel jaringan, dan koneksi nirkabel.
  • Indikator aktivitas pada perangkat (lampu indikator, kipas, layar aktif).
  • Potensi bahaya fisik atau hambatan akses.

Prinsip: Amati terlebih dahulu, jangan menyentuh sebelum didokumentasikan.

Setiap perangkat yang teridentifikasi wajib didokumentasikan dalam kondisi in situ (sebagaimana adanya di lokasi) meliputi:

  • Fotografi — Ambil foto dari berbagai sudut: tampak depan, tampak belakang, tampak samping, dan close-up pada label, nomor seri, port koneksi, serta layar yang aktif (jika ada). Gunakan skala atau penggaris sebagai referensi ukuran untuk objek kecil.
  • Videografi — Rekam video sweeping ruangan secara perlahan untuk menangkap hubungan spasial antar perangkat.
  • Pencatatan Tertulis — Catat merek, model, nomor seri, warna, kondisi fisik (lecet, retak, stiker), dan posisi setiap perangkat. Gunakan formulir yang telah disediakan.
  • Diagram/Sketsa Lokasi — Buat sketsa kasar penempatan perangkat untuk membantu rekonstruksi nanti.

Berdasarkan hasil observasi, tim mengklasifikasikan setiap perangkat ke dalam kategori:

KategoriContohPrioritas
Komputer (hidup)Desktop, laptop, server dengan sistem operasi berjalanTinggi — risiko kehilangan data volatile
Komputer (mati)Desktop, laptop, server dalam keadaan tidak menyalaSedang — data volatile sudah hilang
Media penyimpanan portabelUSB flash drive, HDD/SSD eksternal, kartu memoriBervariasi
Telepon selulerSmartphone, tablet, feature phoneTinggi — risiko remote wipe atau kunci otomatis
Perangkat jaringanRouter, switch, modem, access pointSedang — dapat berisi log atau konfigurasi
Perangkat IoT dan lainnyaKamera CCTV, smart watch, GPS tracker, printerRendah — kecuali relevan secara spesifik

Untuk setiap perangkat, tim menentukan status operasionalnya:

  • Hidup — Perangkat menyala, sistem operasi berjalan, layar aktif atau locked.
    • Risiko: Data di RAM akan hilang jika perangkat dimatikan; proses enkripsi mungkin aktif; koneksi jaringan memungkinkan penghapusan jarak jauh.
    • Tindakan: Jangan dimatikan sebelum keputusan akuisisi diambil (PFD-301).
  • Mati — Perangkat tidak menyala, tidak ada indikator aktivitas.
    • Risiko: Enkripsi full-disk mungkin aktif; password BIOS/UEFI mungkin diperlukan.
    • Tindakan: Jangan dinyalakan sebelum keputusan akuisisi diambil (PFD-302).
  • Sleep/Hibernasi — Perangkat dalam kondisi daya rendah, RAM tetap dialiri listrik.
    • Risiko: Mirip dengan kondisi hidup; data volatile masih tersimpan.
    • Tindakan: Perlakukan seperti perangkat hidup.

5. Pengambilan Keputusan Tindakan Lanjutan

Section titled “5. Pengambilan Keputusan Tindakan Lanjutan”

Berdasarkan seluruh informasi yang terkumpul, Ketua Tim — berkoordinasi dengan Peminta Bantuan jika diperlukan — memutuskan tindakan lanjutan untuk setiap objek:

KeputusanProsedur LanjutanKondisi Pemicu
Perolehan data di tempatPFD-300 (sesuai sub-prosedur)Data dibutuhkan segera; perangkat dapat diakses di lokasi
Pengumpulan perangkatPFD-400 (Pengumpulan, Pengamanan, Transportasi)Perangkat perlu dibawa ke lab untuk analisis mendalam
Perolehan + pengumpulanPFD-300PFD-400Akuisisi di tempat, lalu perangkat diamankan
Tidak ada tindakanPerangkat tidak relevan dengan perkara

Keputusan ini dicatat dan menjadi dasar pelaksanaan prosedur selanjutnya.

  • Jangan ubah kondisi sebelum dokumentasi: Setiap perubahan yang tidak terdokumentasi merusak integritas bukti.
  • Prioritaskan data volatile: Data di RAM, cache, dan koneksi jaringan aktif harus diamankan sebelum hilang.
  • Dokumentasikan semuanya: Foto, video, catatan, dan sketsa tidak boleh dilewatkan — apa yang tidak tercatat dianggap tidak pernah ada.
  • Rantai komando: Keputusan tindakan lanjutan harus diambil oleh Ketua Tim dengan persetujuan pejabat berwenang.

Skenario 1 — Kantor dengan komputer menyala: Tim memasuki ruangan, menemukan dua desktop dalam keadaan menyala dengan layar terkunci, satu laptop dalam keadaan mati, dan tiga USB flash drive di atas meja. Keputusan: lakukan live acquisition pada desktop (PFD-301), kumpulkan laptop untuk akuisisi di lab (PFD-302 via PFD-400), kumpulkan USB flash drive (PFD-303 via PFD-400).

Skenario 2 — Server room: Tim menemukan rak server dengan beberapa mesin menyala. Identifikasi koneksi jaringan dan layanan yang berjalan. Keputusan: lakukan live acquisition secara selektif pada server yang relevan; dokumentasikan topologi jaringan sebelum memutus koneksi.


Kode FormulirNama FormulirDigunakan Pada
F-PFD-001Koordinasi dengan Peminta BantuanKoordinasi keputusan tindakan
F-PFD-021Lembar Persiapan KegiatanPencatatan observasi dan dokumentasi awal
  • Sebelum: PFD-100 (Persiapan Kegiatan Forensik Digital)
  • Sesudah: PFD-300 (Perolehan Data Elektronik) atau PFD-400 (Pengumpulan, Pengamanan, dan Transportasi)